Perlukah Anak Usia Dini Belajar Matematika?

Posted on October 31, 2012

9



By: Octaviana Hermansjah

Matematika? Seberapa banyakah matematika berpengaruh dalam kehidupan kita?

Salah satu filsafat yang terpenting dalam kajian matematika adalah matematika merupakan aktivitas manusia, sehingga kehidupan manusia tidak terlepas dari matematika, baik secara teori maupun praktek. Ada banyak pekerjaan yang menghendaki pengetahuan dan keterampilan matematika, oleh karena itu anak-anak kita perlu dibekali dengan kemampuan matematika yang memadai agar mereka dapat bersaing di era teknologi dan informasi yang berkembang dengan pesat.

Matematika permulaan merupakan kemampuan yang dapat dikuasai oleh seorang anak dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berkenaan dengan pola-pola, urutan, pengklasifikasian, ukuran, konsep bilangan, korespondensi satu-satu, konsep bentuk geometri, melakukan estimasi serta pengolahan data sederhana dengan memanipulasi dan menggunakan media-media kongkrit sebelum mengoperasikan simbol-simbol abstrak, serta melakukan interaksi melalui bermain.

Kemampuan klasifikasi dimaksudkan agar anak dapat mengelompokkan benda-benda di sekitar mereka berdasarkan jenis, fungsi, warna, ataupun bentuknya, seperti anak bermain mengelompokkan benda-benda berwarna merah dan kuning yang ada dalam kelas. Korespondensi merupakan suatu kemampuan di mana anak dapat menghubungkan benda-benda sesuai dengan pasangannya. Kegiatan ini dapat dicontohkan dengan aktivitas bermain anak saat memasangkan sepatu dengan kaus kaki, sendok dengan piring, ataupun kursi dengan meja. Mengurutkan pola adalah kemampuan anak mengenal dan mengikuti pola-pola yang ada di dekatnya secara berurutan. Ketika ada sebuah urutan pola pensil, crayon, dan kertas, maka setelah kertas anak dapat mengurutkan kembali dengan meletakkan pensil, crayon dan kertas setelahnya. Dalam menghubungkan konsep bilangan anak diharapkan mampu menghitung benda-benda dan menghubungkannya dengan lambang bilangan yang bersesuaian. Mengenal bentuk geometri pada anak anak usia dini adalah kemampuan anak mengenal, menunjuk, menyebutkan serta mengumpulkan benda-benda di sekitar berdasarkan bentuk geometri. Pada kemampuan pengukuruan, anak diharapkan dapat mengenal konsep ukuran yang bersifat informal atau alamiah, seperti menggunakan jengkal, langkah, tali, tongkat ataupun lidi dalam mengukur panjang, lebar, ataupun tinggi benda. Dalam kegiatan estimasi, anak mulai belajar membuat prediksi secara logis baik pada sebuah peristiwa sederhana, susunan maupun jumlah benda dalam sebuah wadah.Sedangkan kemampuan menyusun data statistic sederhana merupakan suatu kesempatan bagi anak untuk mengembangkan keterampilan membandingkan jumlah serta probabilitas dari hasil pengamatan terhadap beberapa benda.

Berdasarkan fakta diatas, dipandang perlu ada suatu perubahan yang harus dilakukan untuk membantu anak dalam memahami pelajaran matematika sejak dini dan membantu pengajar dalam menyampaikan materi dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada. Walaupun dilakukan sejak dini, yaitu pada jenjang taman kanak-kanak, perlu adanya pendekatan yang harus dilakukan untuk membuat mereka menyukai pelajaran matematika terlebih dahulu, dengan begitu belajar matematika yang pada awalnya terasa sulit akan menjadi sangat menyenangkan bagi mereka. Dengan demikian matematika bukan hal yang sulit dan susah dipelajari oleh anak usia dini. Mari kita mengajarkan matematika kepada anak usia dini dengan cara menyenangkan.