Membangkitkan Cara Berpikir Kritis Siswa

Posted on May 17, 2013

3



By: Petrus Titut Sutiyoso

Siswa yang memiliki daya berpikir kritis biasanya memiliki kecenderungan: Memberikan komentar menyanggah gagasan  dengan analisa yang logis, mampu memberikan perbandingan, memberikan saran dan kritik, berbeda pendapat, berpikir  meluas atau berpikir mengkerucut serta memiliki kecakapan dalam menyelesaikan masalah.

Kemampuan berpikir kritis ini amat penting bagi siswa bukan saja untuk menjawab berbagai test akademik agar bisa menjawab dengan akurat melainkan juga bekal life skill siswa agar dapat memiliki kecakapan dalam pengambilan keputusan.

Bagaimana caranya membangkitkan daya kritis  siswa, inilah kiatnya :

1.  Agar siswa suka menganalisa suatu  konsep  teori atau fakta, guru diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu siswa melalui tugas atau pertanyaan yang membuat siswa dapat mengidentifikasi mulai dari isi, pola, kecenderungan, serta landasan teori atas tema materi pelajaran yang dibicarakan.

2.  Kemampuan analisa sebab akibat sebagai bagian dari berpikir kritis  dapat dilatihkan guru dalam pola berpikir  siswa melalui analisa why and how alias sebab akibat dengan membuat sebuah prediksi konsekuensi logis dimasa depan, sebelum membuat kesimpulan dari suatu fakta atau kasus yang dijadikan contoh soal.

3.  Pembelajaran kontekstual dengan menggunakan contoh real yang relevan dengan materi pembelajaran yang akan dibicarakan  akan dapat membangkitkan kemampuan siswa berpikir rasional dan logis. Tugas guru adalah memperluas wawasan keilmuan guna mendapatkan ide dan gagasan pengajaran sekaligus dapat menciptakan simulasi agar siswa dapat membuat kesimpulan menurut versi masing masing.

4.  Guna mendorong siswa memiliki kemampuan berargumen secara akurat seorang guru perlu meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan data, informasi, pengetahuan teori konsep dan contoh nyata sekaligus kemampuan berkomunikasi secara efektif. Agar siswa dapat memiliki rasa percaya diri yang kuat selama beragumentasi.

5. Berikan keterampilan berpikir kepada siswa melalui diskusi kelompok, adu debat, atau diskusi kasus dalam pemecahan atau pembuktian  kebenaran suat konsep atau teori agar siswa dapat membedakan kebenaran ilmu dengan fiksi atau opini pribadi.

6. Keterampilan untuk teliti atau pay attention to detail  dapat dilatihkan kepada siswa dengan mengajarkan siswa untk cermat dalam mengenali masalah, menguji fakta, mengurai skala prioritas, mencari–merumuskan–menetapkan solusi, menetapkan sistematika langkah penyelesaian dan membuat kesimpulan.

Dengan siswa memiliki daya berpikir kritis siswa bersangkutan dapat peka terhadap lingkungannya sekaligus menjadi solusi atas persoalan yang dihadapinya dimasa depan.